TUGAS
2
SISTEM
BERKAS
MAKALAH
ORGANISASI BERKAS PADA
MAGNETIC DISK
Disusun
Oleh :
Nama : Indah Dewi H.
Nim : 141051102
Kelas : A (Rabu, 07.30 – 10.00)
JURUSAN
TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT
SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan atas
kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan
kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tugas 2 mata kuliah Sistem Berkas dengan judul “Organisasi Berkas pada Magnetic Disk”.
Makalah ini merupakan salah
satu tugas mata kuliah Sistem
Berkas di program studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri pada IST
AKPRIND Yogyakarta. Selanjutnya
penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang
telah membantu penulisan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa
terdapat kekurangan dalam penulisan laporan ini, maka dari itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Yogyakarta, 14 April 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Salah satu kemampuan computer adalah mampu menyimpan
data. Tempat penyimpanan ini disebut memori. Media penyimpanan terbagi atas 2
yaitu primer dan sekunder, memori primer memiliki fungsi tersendiri contoh RAM
& ROM sedangkan memori sekunder memiliki fungsi untuk menyimpan file contoh
harddisk & floppy disket.
Magnetic disc merupakan tempat penyimpanan data berupa
file yang bersifat non-volatile, mangetic disc memiliki karakteristik yang
berbeda dari memori-memori yang lain serta cara kerja yang berbeda, teknologi
yang digunakan magnetic disk adalah dengan menggunakan cakram keras yang berisi
piringan magnetis dan memiliki kecepatan rotasi yang berbeda-beda serta
kapasitas yang berbeda.
B.
Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan Organisasi berkas?
2. Apa yang dimaksud dengan Magnetic Disk?
3. Apa saja
karakteristik dan komponen pada Magnetic Disk?
4. Bagaimana
prinsip kerja magnetic disk?
5. Apa saja
kelebihan dan kekurangan magnetic disk?
C.
Maksud dan Tujuan
Adapun
maksud dan tujuan dalam menulis makalah ini yaitu :
1. Sebagai salah satu syarat untuk
memenuhi tugas mata kuliah Sistem Berkas.
2. Mengetahui tentang Magnetic Disk.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Organisasi Berkas
Pengertian
organisasi berkas ialah suatu teknik atau cara untuk menyatakan dan
menyimpan record-record dalam sebuah berkas / file.
Ada 4
teknik dasar organisasi file, yaitu :
·
Sequential
·
Relative
·
Indexed
Sequential
·
Multi – Key
B. Pengertian
Magnetic Disk
Magnetic Disk adalah piringan
bundar yang terbuat dari bahan tertentu (logam atau plastik) dengan permukaan
dilapisi bahan yang dapat di magnetasi. Mekanisme baca / tulis yang digunakan
disebut head yaitu kumparan pengkonduksi (conducting coil) selama operasi
pembacaan dan penulisan, head bersifat stationer sedangkan piringan
bergerak-gerak di bawahnya biasanya yang menggantung diatas permukaan dan
tertahan pada sebuah bantalan udara, kecuali pada flopy disk dimana head disk
menyentuh ke permukaan.
Dalam magnetic disk terdapat dua
metode layout data pada disk yaitu Constant Angular Velocity dan Multiple Soned
Recording. Disk diorganisasi (permukaan dari piringan dibagi) dalam bentuk
cincin – cincin konsentris yang disebut track atau garis yang memisahkan atar
track seperti gambar dibawah. tiap track dipisahkan oleh gap, fungsi gap adalah
untuk mencegah atau mengurangi kesalahan pembacaan atau penulisan yang
disebabkan melesetnya head atau karena interferensi medan magnet.
Blok-blok data disimpan dalam
disk berukuran blok yang disebut dengan sector. Track biasanya terisi beberapa
sector, umumnya 10 hingga 100 sector tiap tracknya.
C.
Karakteristik dan Komponen Magnetic Disk
Karakteristik
Magnetic Disk ditunjukkan dalam table berikut ini :
Komponen utama Pada Magnetic Disk adalah pelat (platter) yang berfungsi sebagai
penyimpan data. Pelat ini adalah suatu cakram padat yang berbentuk bulat datar,
kedua sisi permukaannya dilapisi dengan material khusus sehingga memiliki
pola-pola magnetis. Pelat ini ditempatkan dalam suatu poros yang disebut spindle. Penjelasan dari
komponen-komponen magnetic disk sebagai berikut :
1.
Spindle
Hard
disk terdiri dari spindle yang menjadi pusat putaran dari keping-keping cakram
magnetik penyimpan data. Spindle ini berputar dengan cepat, oleh
karena itu harus menggunakan high quality bearing. Dahulu hard disk
menggunakan ball bearing namun kini hard disk sudah menggunakan fluid
bearing. Dengan fluid bearing maka gaya friksi dan tingkat
kebisingan dapat diminimalisir. Spindle ini yang menentukan putaran hard
disk. Semakin cepat putaran rpm hard disk maka semakin cepat transfer datanya.
2.
Cakram Magnetik (Magnetic Disk)
Pada
cakram magnetik inilah dilakukan penyimpanan data pada hard disk. Cakram
magnetik berbentuk plat tipis dengan bentuk seperti CD-R. Dalam hard disk
terdapat beberapa cakram magnetik. Hard disk yang pertama kali dibuat,
terdiri dari 50 piringan cakram magnetik dengan ukuran 0.6 meter dan berputar
dengan kecepatan 1.200 rpm. Saat ini kecepatan putaran hard disk sudah mencapai
10.000 rpm dengan transfer data mencapai 3.0 Gbps.
3.
Read-write Head
Read-write
Head adalah pengambil data dari cakram
magnetik. Head ini melayang dengan jarak yang tipis dengan cakram
magnetik. Dahulu head bersentuhan langsung dengan cakram magnetik
sehingga mengakibatkan keausan pada permukaan karena gesekan. Kini antara head
dan cakram magnetik sudah diberi jarak sehingga umur hard disk lebih lama. Read-write
head terbuat bahan yang terus mengalami perkembangan, mulai dari Ferrite
head, MIG (Metal-In-Gap) head, TF (Thin Film) Head,
(Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, GMR (Giant Magnetoresistive)
Heads dan sekarang yang digunakan adalah CMR (Colossal Magnetoresistive) Heads.
4. Enclosure
Enclosure adalah lapisan luar pembungkus hard disk. Enclosure berfungsi
melindungi semua bagian dalam hard disk agar tidak terkena debu, kelembaban dan
hal lain yang dapat mengakibatkan kerusakan data.
Dalam enclosure terdapat breath filter yang membuat hard disk tidak kedap udara, hal ini bertujuan untuk membuang panas yang ada didalam hard disk karena proses putaran spindle dan pembacaan Read-write head.
Dalam enclosure terdapat breath filter yang membuat hard disk tidak kedap udara, hal ini bertujuan untuk membuang panas yang ada didalam hard disk karena proses putaran spindle dan pembacaan Read-write head.
5. Interfacing Module
Interfacing modul berupa seperangkat rangkaian elektronik
yang mengendalikan kerja bagian dalam hard disk, memproses data dari head
dan menghasilkan data yang siap dibaca oleh proses selanjutnya. Interfacing modul
yang dahulu banyak dipakai adalah sistem IDE (Integrated Drive Electronics)
dengan sistem ATA yang mempunyai koneksi 40 pin. Teknologi terbaru dari interfacing
module adalah teknologi Serial ATA (SATA). Dengan SATA maka satu hard disk
ditangani oleh satu bus tersendiri didalam chipset, sehingga
penanganannya menjadi lebih cepat dan efisien. Hard disk SATA sekarang perlahan
sudah menggantikan hard disk ATA yang makin lama mulai hilang dari pasaran.
D. Prinsip
Kerja Magnetic Disk
1. Representasi Data dan Pengalamatan
Data pada disk juga di block
seperti data pada magnetic tape. Pemanggilan sebuah block adalah banyaknya data
yang diakses pada sebuah storage device. Data dari disk dipindahkan ke sebuah
buffer pada main storage computer untuk diakses oleh sebuah program. Kemampuan
mengakses secara direct pada disk menunjukkan bahwa record tidak selalu diakses
secara sequential. Ada 2 teknik dasar untuk pengalamatan data yang
disimpan pada disk, yaitu :
1) Metode Silinder
Pengalamatan berdasarkan nomor
silinder, nomor permukaan dan nomor record. Semua track dari disk pack
membentuk suatu silinder. jadi bila suatu disk pack dengan 200 track
per-permukaan, maka mempunyai 200 silinder. Bagian nomor
permukaan dari pengalamatan record menunjukkan permukaan silinder record yang
disimpan. Jika ada 11 piringan, maka nomor permukaannya dari 0 – 19 (1 –
20). Pengalamatan dari nomor record menunjukkan dimana record terletak pada
track yang ditunjukkan dengan nomor silinder dan nomor permukaan.
2) Metode Sektor
Setiap track dari pack dibagi
ke dalam sektor-sektor. Setiap sektor adalah storage area untuk banyaknya karakter yang tetap. Pengalamatan recordnya
berdasarkan nomor sektor, nomor track dan nomor permukaan. Nomor sektor yang
diberikan oleh disk controller menunjukkan track mana yang akan diakses dan pengalamatan
record terletak pada track yang mana. Setiap track pada setiap piringan mempunyai kapasitas
penyimpanan yang sama, meskipun diameter tracknya berlainan. Keseragaman
kapasitas dicapai dengan penyesuaian density yang tepat dari representasi data
untuk setiap ukuran track. Keuntungan lain pendekatan keseragaman kapasitas
adalah file dapat ditempatkan pada disk tanpa merubah lokasi nomor sektor
(track atau cylinder) pada file.
2. Movable-Head Disk Access
Movable-head disk drive
mempunyai sebuah read/write head untuk setiap permukaan penyimpanan recordnya.
Sistem mekanik yang digunakan oleh kumpulan posisi dari access-arm sedemikian
sehingga read / write head dari pengalamatan permukaan menunjuk ke track. Semua
access-arm pada device dipindahkan secara serentak tetapi hanya head yang aktif
yang akan menunjuk ke permukaan.
3. Cara Pengaksesan Record yang Disimpan pada Disk
Pack
Disk controller merubah kode
yang ditunjuk oleh pengalamatan record dan menunjuk track yang mana pada device
tempat record tersebut. Access arm dipindahkan, sehingga posisi read / write
head terletak pada silinder yang tepat. Read / write
head ini menunjuk ke track yang aktif. Maka disk akan berputar hingga menunjuk
record pada lokasi read / write head. Kemudian data akan dibaca dan ditransfer
melalui channel yang diminta oleh program dalam komputer.
ACCESS TIME = SEEK TIME (pemindahan arm ke cylinder)
+ HEAD ACTIVATION
TIME (pemilihan track)
+ ROTATIONAL DELAY (pemilihan record)
+ TRANSFER TIME
4. Fixed - Head Disk Access
Disk yang mempunyai sebuah
read / write head untuk setiap track pada setiap permukaan penyimpanan, yang
mekanisme pengaksesannya tidak dapat dipindahkan dari cylinder ke cylinder.
ACCESS TIME = HEAD-ACTIVATION TIME
+ ROTATIONAL DELAY
+ TRANSFER
TIME
Banyaknya read / write head
menyebabkan harga dari fixed-head disk drive lebih mahal dari movable-head disk
drive. Disk yang menggunakan fixed-head disk drive mempunyai kapasitas
dansdensity yang lebih kecil dibandingkan dengan disk yang menggunakan
movable-head disk drive.
5. Organisasi Berkas dan Metoda Akses pada Magnetic
Disk
Untuk membentuk suatu berkas
di dalam magnetic disk bisa dilakukan secara sequential, index-sequential ataupun direct. Sedangkan untuk mengambil suatu data dari
berkas yang disimpan dalam disk, bisa dilakukan secara langsung dengan
menggunakan direct access method atau dengan sequential access method (secara
sequential).
E.
Kelebihan dan Kekurangan Magnetic Disk
Media magnetik seperti disket floppy dan hard disk mempunya sejumlah
keunggulan dibanding dengan media lainnya. Penyimpanan data pada media ini
bersifat nonvolatile, artinya data yang telah disimpan tidak akan hilang ketika
komputer dimatikan. Data pada media ini dapat dibaca, dihapus dan ditulis
ulang. Keunggulan lainnya ialah, media ini mudah digunakan. Selain memiliki
keunggulan, media ini juga mempunyai kelemahan.
Musuh utama dari media magnetik seperti disket floppy dan hard disk ialah
jamur dan karat. Karena jamur dan karat ini, maka daya tahan atau umur media
ini menjadi pendek. Jika dipakai secara kontinu atau terus menerus sekitar 8
jam per hari, maka umur suatu disket floppy paling lama 1 (satu) tahun, dan
umur hard disk paling lama 3 (tiga) tahun. Kelemahan lain dari media magnetik
ini ialah bentuknya yang bergaris-garis (track, sector), sehingga kecepatan dan
kapasitas simpannya termasuk rendah jika dibanding dengan media optik.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Magnetic
Disk merupakan piranti penyimpanan sekunder yang berbentuk sebuah piringan
bundar yang dibuat dari logam atau plastik yang dilapisi dengan bahan yang
dapat dimagnetisasi.
2.
Karakteristik
Magnetic Disk terletak pada gerakan head, portabilitas disk, sides, plattersdan
mekanismenya.
3.
Komponen
Magnetic Disk terdiri dari spindle, cakram magnetic,
read-write head, enclosure dan interfacing module.
4.
Cara
kerja Magnetic Disk meliputi representasi data dan pengalamatan (metode
silinder dan sector), movable-head disk access, cara
pengaksesan record yang disimpan pada disk pack, fixed
- head disk access, serta organisasi berkas dan metoda akses pada
magnetic disk.
5.
Kelebihan
dari Magnetic Disk adalah bersifat nonvolatile, artinya data
yang telah disimpan tidak akan hilang ketika komputer dimatikan.
6. Kelemahan Magnetic Disk adalah mudah jamur dan karat,
sehingga umurnya pendek/tidak awet.
DAFTAR
PUSTAKA
(diakses
14 April 2017)
(diakses
14 April 2017)
(diakses
14 April 2017)
(diakses 14 April
2017)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar