TUGAS
4
SISTEM
BERKAS
MAKALAH
ORGANISASI BERKAS INDEXED
SEQUENTIAL
Disusun
Oleh :
Nama : Indah Dewi H.
Nim : 141051102
Kelas : A (Rabu, 07.30 – 10.00)
JURUSAN
TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT
SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2017
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan
kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tugas 4 mata kuliah Sistem Berkas dengan judul “Organisasi Berkas Indexed Sequential”.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Sistem
Berkas di program studi Teknik
Informatika Fakultas Teknologi Industri pada IST AKPRIND Yogyakarta. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang telah membantu penulisan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa terdapat kekurangan dalam penulisan laporan ini,
maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para
pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Yogyakarta, 14 April 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem dapat diartikan sekumpulan komponen yang saling berinteraksi untuk
menghasilkan suatu hal atau tujuan.
Berkas adalah sebuah unit tempat menyimpan informasi. Dapat diakses lebih
dari satu proses, dapat dibaca, dan bahkan menulis yang baru.
Sedangkan Sistem Berkas adalah sistem penyimpanan pengorganisasian,
pengelolaan data pada alat penyimpanan eksternal, dengan menggunakan teknik
organisasi data tertentu.
Pengertian organisasi berkas adalah teknik atau cara untuk menyatakan dan
menyimpan record – record dalam berkas/file.
Record merupakan kumpulan dari data yang terstruktur. Dalam record setiap
elemen bisa mempunyai data yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Model dasar berkas file terdiri atas 4 macam, yaitu: (1) Sequential, (2)
Relative, (3) Index Squential dan (4) Multi Key.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah
sebagai berikut :
1.
Apa yang dimaksud dengan Organisasi Berkas Index Sequential?
2.
Apa itu struktur
pohon dan pohon biner dalam Organisasi Berkas Indexed Sequential?
3.
Apa saja implementasi Indexed
Sequential?
4.
Apa keuntungan dan kerugian
pada Organisasi Berkas Index Sequential?
C. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dalam
menulis makalah ini yaitu :
1.
Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi
tugas mata kuliah Sistem Berkas.
2.
Mengetahui tentang Organisasi Berkas Index Sequential.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Organisasi Berkas Index Sequential
Organisasi
berkas indeks sequential adalah berkas/file yang disusun sedemikian rupa
sehingga dapat diakses secara sequential (berurutan) maupun secara direct
(langsung) atau kombinasi keduanya. Atau bisa diartikan bahwa berkas index
sequential ini merupakan kombinasi dari berkas sequential dan berkas relatif.
Organisasi berkas ini mirip dengan Organisasi Berkas Sequential dimana setiap
rekaman disusun secara beruntun di dalam file, hanya saja ada tambahan indeks
yang digunakan untuk mencatat posisi atau alamat dari suatu kunci rekaman di
dalam file.
B. Struktur Pohon
dan Pohon Biner dalam Organisasi Berkas Indexed Sequential
Sebuah
pohon (tree) adalah struktur dari sekumpulan elemen, dengan salah satu
elemennya merupakan akarnya atau root,
dan sisanya yang lain merupakan bagian-bagian pohon yang terorganisasi dalam
susunan berhirarki, dengan root sebagai puncaknya. Contoh umum dimana
struktur pohon sering ditemukan adalah pada penyusunan silsilah keluarga,
hirarki suatu organisasi, daftar isi suatu buku dan lain sebagainya.
Akar pohon (root) adalah Handoko.
Secara rekursif suatu struktur pohon dapat didefinisikan sebagai berikut:
1. Sebuah simpul tunggal
adalah sebuah pohon.
2. Bila terdapat simpul
n, dan beberapa sub-pohon T1,T2,...,Tk, yang tidak saling berhubungan, yang
masing-masing akarnya adalah n1,n2,...,nk , dari simpul/sub pohon ini dapat
dibuat sebuah pohon baru dengan n sebagai akar dari simpul-simpul n1,n2,...,nk.
Salah satu tipe pohon
yang paling banyak dipelajari adalah pohon biner. Pohon Biner adalah pohon yang
setiap simpulnya memiliki paling banyak dua buah cabang/anak.
Pada
gambar tersebut memperlihatkan struktur berkas indeks sekuensial dengan sebuah
indeks berikut pointer yang menuju ke berkas data sekuensial. Pada contoh
gambar tersebut, indeksnya disusun berdasarkan binary search tree. Indeksnya
digunakan untuk melayani sebuah permintaan untuk mengakses sebuah record
tertentu, sedangkan berkas data sekeunsial digunakan untuk mendukung akses
sekuensial terhadap seluruh kumpulan record-record.
C.
Implementasi Indexed Sequential
Ada 2
pendekatan dasar untuk mengimplementasikan konsep dari organisasi berkas indeks
sequential, yaitu :
1.
Blok Indeks dan Data (Dinamik)
2.
Prime dan Overflow Data Area (Statik)
Kedua pendekatan tersebut mengunakan
sebuah bagian indeks dan sebuah bagian data, dimana masing-masing menempati
berkas yang terpisah. Karena Kedua pendekatan tersebut menggunakan bagian
indeks dan bagian data, dimana masing-masing menempati file yang terpisah.
Karena diimplementasikan pada organisasi internal yang berbeda. Masing-masing
file tersebut harus menempati pada alat penyimpan yang bersifat Direct
Access Storage Device (DASD).
1.
Blok Indeks dan Data (Dinamik)
Pada pendekatan ini berkas indeks dan berkas data diorganisasikan dalam
blok. Berkas indeks mempunyai struktur tree, sedangkan berkas data mempunyai
struktur sekuensial dengan ruang bebas yang didistribusikan antar populasi
record.
Untuk cara pertama, kita menyusun data dengan lebih memperhatikan ke data
yang bersifat logik, bukan fisik. Jadi, data dan index diorganisasikan ke dalam
blok-blok. Blok-blok index diorganisasi secara sequential (consecutive) dan
bertingkat-tingkat (misal setiap blok hanya berisi 4 record index yang berisi
key field dan pointer).
Setiap tingkat akan menuju ke blok data (misal setiap blok hanya berisi 4
record data) di tingkat selanjutnya dan seterusnya menuju ke blok data yg
akan mendapatkan record yg dicari secara direct.
Bila dilakukan penyisipan data dan blok tertentu (tempat data baru itu)
sudah penuh (tidak ada tempat kosong/ padding lagi), maka akan dilakukan
reorganisasi blok dengan membentuk blok baru. Tentu, mungkin saja perubahan ini
akan berdampak pada isi blok index-nya.
Bila dilakukan
penyisipan data dan track tertentu (tempat data baru itu) sudah penuh (tidak
ada tempat kosong/ padding lagi), maka akan dilakukan reorganisasi track dengan
membentuk track baru.Tentu, track baru itu di luar prime data file-nya, yaitu
di overflow data area-nya. Contoh :
Pada gambar tersebut ada N blok data dan 3 tingkat
dari indeks. Setiap entry pada indeks mempunyai bentuk (nilai key terendah,
pointer), dimana pointer menunjuk pada blok yang lain, dengan nilai key-nya
sebagai nilai key terendah. Setiap tingkat dari blok indeks menunjuk seluruh
blok, kecuali blok indeks pada tingkat terendah yang menunjuk ke blok data.
Jika sebuah permintaan untuk mengakses record tertentu, misal kita ingin
mengakses dengan nilai key BAT, indeks dengan tingkat tertinggi (dalam hal ini
blok indeks 3-1) yang pertama yang akan dicari pada contoh ini, pointer dari
AARDVARK menunjuk blok indeks 2-1. Pointer yang ditunjuk pada kotak tersebut
adalah pointer yang berisikan AARDVARK, yang akan menunjuk ke blok indeks 1-1.
Pointer berikutnya yang akan ditunjuk adalah pointer yang berisi BABOON, yang
selanjutnya akan menunjuk blok data 2. Blok data ini akan mencari untuk record
dengan key tujuan, yaitu BAT, dimana pada blok ini record tersebut ditemukan.
2.
Prime dan Overflow Data Area (Statik)
Pendekatan lain untuk
mengimplementasikan berkas indeks sequential adalah berdasarkan struktur indeks
dimana struktur indeks ini lebih ditekankan pada karakteristik hardware (fisik)
dari penyimpanan, dibandingkan dengan distribusi secara logik dari nilai key.
Indeksnya ada beberapa
tingkat, misalnya tingkat cylinder index dan tingkat track index. Berkas
datanya secara umum diimplementasikan sebagai 2 berkas, yaitu prime area dan
overflow area. Contoh :
Setiap cylinder dari alat penyimpanan mempunyai 4
track. Pada berkas binatang ada 6 cylinder yang dialokasikan pada prime data
area. Track pertama (nomor 0) dari setiap cylinder berisi sebuah indeks pada
record key dalam cylinder tersebut.
Dalam sebuah track data, tracknya disimpan secara urut
berdasarkan nilai key. Tingkat pertama dari indeks dalam berkas indeks
dinamakan master indeks. Tingkat kedua dari indeks dinamakan cylinder
indeks.
Entry pada master indeks: nilai key tertinggi,
pointer. Entry pada cylinder indeks: nilai key tertinggi,
nomor cylinder.
Contoh Pengaksesan :
Misal : mengakses dengan
nilai key BAT
·
Pertama : Cari pada master indeks,
·
Kedua : Karena BAT ada di depan LYNX, maka pointer dari LYNX akan
menunjuk ke cylinder index,
·
Ketiga : Karena BAT ada
di depan ELEPHANT, maka pointer dari ELEPHANT akan menunjuk ke track 0 dari
cylinder 1,
·
Keempat : Karena BAT ada
di belakang BABOON dan di depan COW, maka pointer dari BABOON akan menunjuk ke
track 2,
·
Kelima : Cari secara
sequential sampai BAT ditemukan.
Hal ini bisa disimpulkan: Permintaan
untuk mengakses data secara sequential akan dilakukan dengan mengakses cylinder dan track dari
berkas data prime secara urut.
D. Keuntungan dan Kerugian
pada Organisasi Berkas Index Sequential
1. Kegunaan Sekaligus Keunggulan Index Sequential File
1)
Bentuk file yang paling banyak dipakai.
2)
Dipakai bila file ingin selalu dalam
kondisi up to date.
3) Sebuah record dapat di insert
(dimasukkan/ditambah) atau di retrieve (dibetulkan/dikembalikan
semula) secara langsung melalui indexnya.
4)
Sangat sesuai untuk proses secara on-line.
5)
Bisa juga diakses secara sequential.
6)
Mempunyai semua keunggulan dari sequential
file.
2. Kelemahan Index Sequential File
1)
Search / pencarian hanya bisa
melalui sebuah key saja, yaitu key yang
mengurutkan file Performance.
2)
Diperlukan perubahan data, maka seluruh
record yang tersimpan didalam master file ini, harus semuanya diproses terlebih
dahulu.
3)
Data yang tersimpan harus sudah urut (sorted).
4)
Posisi data yang tersimpan sangat sulit
untuk up-to-date, sebab master file hanya bisa berubah saat proses
selesai dilakukan.
5)
Tidak bisa dilakukan secara langsung.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa :
1.
Organisasi berkas indeks sequential
adalah Berkas/file yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat diakses secara
sequential maupun secara direct (langsung) atau kombinasi keduanya, direct dan
sequential data merupakan segala sesuatu yang masih dalam bentuk bahan mentah
yang akan diproses. Data yang sudah diproses tersebut dan berguna bagi orang
yang menerimanya ini disebut sebagai informasi.
2.
Indeks disusun berdasarkan binary
search tree dan digunakan untuk melayani sebuah permintaan untuk mengakses
sebuah record tertentu.
3.
Didalam organisasi berkas index
sequential ini ada 2 pendekatan dasar untuk mengimplementasikan konsep dari
organisasi berkas indeks sequential, yaitu Blok Indeks dan Data (Dinamik),
Prime dan Overflow Data Area (Statik).
DAFTAR
PUSTAKA
(diakses 14 April 2017)
(diakses 14 April 2017)
(diakses 14 April 2017)
(diakses 14 April 2017)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar